C. Bangkitnya Nasionalisme Dunia Islam
Sebagaimana
telah disebutkan sebelumnya, bahwa benturan-benturan antara Islam dan kekuatan
Eropa telah menyadarkan umat Islam memang jauh tertinggal dari Eropa. Yang
pertama merasakan hal itu adalah Turki Usmani, karena kerajaan ini yang pertama
dan utama menghadapi kekuatan Eropa. Dengan kesadaran tersebut memaksa penguasa
dan pejuang-pejuang turki untuk banyak belajar dari Eropa.
Usaha untuk
memulihkan kembali kekuatan Islam secara umum dikenal dengan gerakan
pembaharauan yang didorong oleh dua faktor yang saling melengkapi, yaitu
1.
Pemurnian ajaran Islam dari unsur–unsur asing yang dipandang sebagai penyebab
kemunduran Islam.
2. Menimba gagasan gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.
2. Menimba gagasan gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.
Yang
pertama, seperti gerakan Wahhabiyah yang dipelopori oleh Muhammad ibn Abd-al
Wahhab (1703 1787 M) di Arabia, Syah Waliyullah (1703- 1762 M) di India, dan
gerakan Sanusiyyah di Afrika Utara yang dipimpin oleh Said Muhammad Sanusi dari
Aljazair.
Sedangkan yang kedua, dengan pengiriman para pelajar muslim oleh penguasa Turki Usmani dan Mesir ke Negara Eropa untuk menimba ilmu pengetahuan dan dilanjutkan dengan gerakan penerjemahan karya-karya Barat ke dalam bahasa Islam. Pelajar-pelajar muslim asal India banyak yang menuntut ilmu ke Inggris.
Sedangkan yang kedua, dengan pengiriman para pelajar muslim oleh penguasa Turki Usmani dan Mesir ke Negara Eropa untuk menimba ilmu pengetahuan dan dilanjutkan dengan gerakan penerjemahan karya-karya Barat ke dalam bahasa Islam. Pelajar-pelajar muslim asal India banyak yang menuntut ilmu ke Inggris.
Gerakan
pembaharuan itu juga memasuki dunia politik, karena Islam memang tidak bisa
dipisahkan dengan politik. Gagasan politik yang pertama kali muncul adalah
gagasan Pan-Islamisme (persatuan Islam sedunia) yang pertama dicetuskan oleh
gerakan Wahabiyah dan Sanusiyah. Namun gagasan tersebut baru disuarakan dengan
lantang oleh tokoh pemikir Islam terkenal, yaitu Jamaluddin Al-Afghani (1839-
1897)
Menurut
L.Stoddard, Al-Afghani orang pertama yang menyadari sepenuhnya akan dominasi
Barat dan bahayanya. Oleh karena itu, dia mengabdikan dirinya untuk
memperingatkan dunia Islam dan melakukan usaha-usaha yang teliti untuk
pertahanan. Umat Islam harus meninggalkan perselisihan-perselisihan dan
berjuang dibawah panji bersama. Dan ia membangkitkan semangat local dan
nasional negeri-negeri Islam. Karena itu Al-Afghani dikenal sebagai bapak
Nasionalisme dalam Islam.
D. Tokoh-tokoh Pembeharu Islam
D. Tokoh-tokoh Pembeharu Islam
Semenjak
umat Islam menyadari ketertinggalan dan kelemahannya, maka timbul ide
pembaharuan dalam Islam. Para tokoh pembaharu tersebut mengajak semua umat
Islam untuk bangkit dari keterlenaan tidur yang lama. Mereka harus sadar bahwa
bangsa-bangsa Barat yang telah maju dalam bidang sains dan teknologi, terutama
dalam bidang militer yang telah menjajah Negara atau wilayah Islam. Mereka
tidak hanya sekedar menjajah, akan tetapi berusaha menyebarkan misi agama
dikalangan masyarakat muslim yang dijajahnya.
Kehadiran para tokoh modernis itu pada umumnya untuk membangkitkan kesadaran keagamaan umat Islam, diantara para tokoh pembaharu yang lahir dalam dunia Islam sebelum abad ke -19 M adalah sebagai berikut :
Kehadiran para tokoh modernis itu pada umumnya untuk membangkitkan kesadaran keagamaan umat Islam, diantara para tokoh pembaharu yang lahir dalam dunia Islam sebelum abad ke -19 M adalah sebagai berikut :
1.
Jamaluddin Al-Afghani (1839-1897 M)
Jamaluddin al-Afhgani adalah seorang filosof, penulis, orator, dan wartawan. Dalam dirinya terletak pusaran roda dunia Islam pada abad ke 19, Ia dipandang seorang negarawan besar. Akan tetapi musuh-musuhnya mengumpamakannnya sebagai sebuah gelombang yang membahayakannya. Semua orang sepakat bahwa dialah yang menghembuskan gerakan Islam modern dan mengilhami gerakan pembaharuan dikalangan kaum muslimin.
Pengaruh permikirannya meliputi Iran, Afganistan, India, dan Negara-negara Arab, Turki sampai Eropa Barat. Tugas utama yang diembannya adalah menghimpun kembali kekuatan dunia Islam yang tercecer. Serta menyingkirkan kemusyrikan dan kesulitan yang dialami oleh kaum muslimin pada masanya. Dia yakin bahwa kebangkitan umat Islam merupakan tanggung jawab kaum muslimin, bukan tanggung jawab Sang Pencipta. Masa depan kaum muslimin tidak akan mulia kecuali jika mereka menjadikannya diri mereka sendiri sebagai orang besar.
2. Muhammad
Abduh (1849-1905 M)
Muhammad Abduh termasuk pembaharu agama dan sosial di Mesir pada zaman modern. Dialah penganjur yang sukses dalam membuka pintu Ijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman modern. Walaupun pada saat itu dia diserang oleh orang-orang yang memandang bahwa pembaharuan dan pendapat-pendapatnya membahahayakan kaum muslimin (penentang yang dilakukan sebelum pembaharuan dilaksanakan) musuh-musuh sendiri sangat diragukan kebersihan niatnya dan pribadinya sertra pembelaannya terhadap agama ini.
Muhammmad
Abduh dipengaruhi oleh pemikiran Jamaluddin al-Afghani. Ia telah membukakan
dunia Islam dihadapannya dan problem-problem yang dihadapi pada zaman modern
itu. Muhammad Abduh sangat tidak senang terhadap ahli fiqh dan ulama yang
menyibukkan diri dengan masalah-masalah furu`iyah. Ia juga ingin membasmi
segala bentuk khurafat yang begitu digandrungi oleh orang awam. Menurutnya
jalan yang paling benar untuk membebaskan diri dari bentuk penjajahan dan
kediktatoran adalah perhatian terhadap pendidikan dan pengajaran.
3. Kamal
Ataturk ( - M)
Kelompok nasionalis Turki menjulukinya dengan Ataturk artinya Bapak Turki pada tahun 1934 sebagai penghormatan dan pengakuan atas kecermelangan salah satu anaknya.
Setelah system kesultanan dihapuskan dan dia dipilih menjadi presiden Republik Turki pada tahun 1923, kemudian masyarakat masih cenderung pada pelestarian system khalifahan. Akan tetapi, Mustafa Kamal menyadari bahwa system kekhalifahan bisa menjadi jebakan bagi orang yang ingin mengembalikan system kepada kejayaan Islam di Turki. Dia menetapkan bahwa Negara harus dijalankan seperti yang ada di Eropa tanpa harus melihat masa lalu atau tradsi yang pernah berlaku.
Pada masa Ataturk, terjadi perkembangan dibidang Seni dan Sastra yang luar biasa.
4. Muhammad
Iqbal (1876 – 1938 M)
Ia dilahirkan di Sialkot tahun 1876 M dan melanjutkan studinya di Lahor hingga mendapat gelar MA. Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Cambridge tahun 1905 M untuk mendalami Filsafat. Dua tahun kemudian ia pindah ke Munich, Jerman dan memmperoleh gelar Doktor dalam bidang Tasawuf.
Keterlibatan
dalam dunia politik menyebabkan ia lebih banyak berpikir tentang perkembangan
umat Islam India. Ia berpendapat bahwa kemunduran umat Islam disebabkan oleh
kemajuan berpikir umat yang hanya mementingkan persoalan agama, tanpa
memikirkan dunia.
Dianatara
ide-ide pembaharuannya adalah :
a. Ijtihad mempunyai kedudukan penting dalam pembaharuan Islam, dan pintu ijtihad tidak tertututp.
b. Kemunduruan umat Islam disebabkan oleh kebekuan dalam berpikir.
c. Perhatian yang berlebihan terhadap makna zuhud membuat masyarakat kurang memperhatikan masalah-masalah dunia dan kemasyarakatan.
d. Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.
a. Ijtihad mempunyai kedudukan penting dalam pembaharuan Islam, dan pintu ijtihad tidak tertututp.
b. Kemunduruan umat Islam disebabkan oleh kebekuan dalam berpikir.
c. Perhatian yang berlebihan terhadap makna zuhud membuat masyarakat kurang memperhatikan masalah-masalah dunia dan kemasyarakatan.
d. Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.
5. Sayyid
Ahmad Khaan (1817 -1898 M)
Ia
dilahirkan di Delhi pada tanggal 17 Oktober 1817 M, sebagai seorang keturunan
bangsawan dan dibesarkan dalam lingkungang keagamaan. Untuk merealisasikan
tujuan gerakan pembaharuannya, ia mengadakan kerja sama dengan Inggris,
meskipun kerjasama itu banyak mendapat tantangan dari ulama lain. Ia
berpendapat bahwa kemunduran umat Islam dari bangsa lainnya antara lain karena
lemahnya dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, umat Islam harus
mampu merebut ilmu dan teknologi dari orang-orang Barat melalui pendidikan
Diantara
ide-ide pembaharuan yang di perjuangkan adalah :
a. Kemunduran umat Islam dikarenakan mereka tidak mengikuti perkembangan zaman dengan mengikuti sains dan teknologi.
b. Ia percaya dengan kemampuan akal dan kebebasan yang dimilikinya (akal) untuk berbuat berfikir.
c. Alam beredar sesuai dengan hukum alam yang telah ditentukan oleh Allah.
d. Sumber ajaran Islam hanyalah Al-Qur`an dan Al-Hadis
e. Ia menentang taqlid buta dan perlu adanya ijtihad baru untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan zamannya.
a. Kemunduran umat Islam dikarenakan mereka tidak mengikuti perkembangan zaman dengan mengikuti sains dan teknologi.
b. Ia percaya dengan kemampuan akal dan kebebasan yang dimilikinya (akal) untuk berbuat berfikir.
c. Alam beredar sesuai dengan hukum alam yang telah ditentukan oleh Allah.
d. Sumber ajaran Islam hanyalah Al-Qur`an dan Al-Hadis
e. Ia menentang taqlid buta dan perlu adanya ijtihad baru untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan zamannya.
6. Harun
Nasution (1919 -1998)
Ia lahir di
Pematang Siantar, Sumatra Utara pada tanggal 23 Sepetember 1919, dan meninggal
dalam usia 79 tahun pada tanggal 18 September 1998 di Jakarta. Ia merupakan
putra keempat dari Abdul Jabbar Ahmad, ulama dan pedagang, menjadi kadhi dan
penghulu di Pematang Siantar. Ibunya adalah seorang keturunan Ulama Mandaling,
Tapanuli Selatan.
Harun Nssution dikenal sebagai tokoh yang memuji aliran Muktazilah (rasionalis) yang berdasar pada peran akal dalam kehidupan beragama. Dalam ceramahnya, Harun selalu menekankan agar kaum muslimin Indonesia berpikir secara rasional. Harun Nassution juga dkenal sebagai tokoh yang berpikiran terbuka.
Harun Nssution dikenal sebagai tokoh yang memuji aliran Muktazilah (rasionalis) yang berdasar pada peran akal dalam kehidupan beragama. Dalam ceramahnya, Harun selalu menekankan agar kaum muslimin Indonesia berpikir secara rasional. Harun Nassution juga dkenal sebagai tokoh yang berpikiran terbuka.
Dianatara pemikiran Harun yang sempat mengemuka adalah bahwa keterbelakangan umat Islam hari ini adalah dampak dari sikap mereka meninggalkan pemikiran rasionalisme yang dalam sejarah Islalm dianut Mu`tazilah. Menurutnya, kemajuan peradaban Islam abad pertengahan adalah hasil metode rasional yang dikembangkan kelompok ini. Maka menurut dia, jika ingin kembali maju, pemikiran Mu`tazilah harus dihidupkan lagi.
Harun juga berpendapat bahwa teologi fatalistic adalah biang kemunduran umat Islam. Harun menawarkan teologi mu`tazilah yang rasional sebagai pengganti teologi As`ariyah. Disamping itu ia adalah pembuka pintu dalam mendekati wahyu secara rasional.

Komentar
Posting Komentar