Langsung ke konten utama

Perkembangan Islam Periode Modern | Part 3

C. Penjajahan Barat ke Timur Tengah

         Kemajuan bangsa Barat dalam bidang teknologi militer dan industri perang, membuat kerajaan Turki Usmani menjadi kecil di hadapan Eropa. Akan tetapi, kebesaran nama Turki Usmani membuat bangsa Eropa segan menyerang kekuatan Usmani. Namun, kekalahan Turki Usmani dalam pertempuran di Wina pada tahun 1683 M membuka mata bangsa-bangsa Eropa bahwa kekuatan Turki Usmani telah mundur jauh.

        Kelalahan di Wina membuka mata para penguasa Usmani. Mereka mulai menyadari kelemahan dan kemundurannya, serta mengakui kehebatan bangsa-bangsa Barat. Melihat kenyataan ini, para penguasa mulai melakukan pembaharuan dalam berbagai bidang, khususnya bidang militer. Celebi Mehmet, duta Usmani yang dikirim ke Perancis pada tahun 1720 M, diminta untuk mengunjungi pabrik-pabrik, benteng-benteng pertahanan, dan institusi-institusi lainnya.Laporannya mendorong Sultan Ahmad III (1703-1730 M), untuk melakukan pembaharuan di kerajaannya.

        Untuk itu, ia mendatangkan para ahli militer dari Eropa untuk memperbaharui sistem dan teknologi militer di kerajaannya.Kerjasama militer dengan Perancis membuahkan hasil. Ini terbukti dengan datangnya De Rochefort, seorang perwira Perancis, untuk melatih tentara dan membentuk korp militer kerajaan Usmani. Kemudian pada tahun 1729 M datang lagi perwira Perancis, bernama Comte de Bonneval, ke Istambul. Dia bertugas memberi latihan kepada tentara Turki Usmani dalam menggunakan meriam modern. Comte tidak sendirian.

         Ia dibantu oleh Macarthy dari Irlandia, Ramsay dari Skotlandia, dan Mornai, dari Perancis.Meskipun usaha pembaharuan terus dilakukan, tetap saja Turki Usmani tidak mampu mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa barat. Bahkan negara-negara barat terus melakukan usaha ekspansinya ke negara-negara Islam. Selama abad ke-18 M bangsa Barat menyerang ujung garis medan pertempuran Islam di Eropa Timur, wi-layah kerajaan Turki Usmani. Akhir dari serangan-serangan itu adalah ditandatanganinya Perjanjian San Stefano ( Maret, 1878 M), dan Perjanjian Berlin ( Juni-Juli 1878 M) antara kerajaan Turki Usmani dengan Rusia. Dengan demikian, berakhirlah kekuasan Usmani di Eropa.

        Sementara itu, wilayah berpenduduk mayoritas muslim di Timur Te-ngah diduduki bangsa-bangsa Eropa.Gerakan pembaharuan yang dilakukan, malah mengancam kekuasaan sultan yang absolut. Para pejuang Turki melihat bahwa kelemahan itu terletak pada kekuasaan sultan yang absolut itu. Karena itu, mereka ingin membatasi kekuasan sultan yang absolut dengan membuat konstitusi, sehingga lahir gerakan tanzimat, yang dilakukan Usmani Muda, Turki Muda, dan Partai Persatuan dan Kemajuan (Ittihad ve Terekki).Keadaan semakin parah ketika Turki bergabung dengan Jerman dalam Perang Duina I (1915-1519 M.

         Dalam Perang Dunia I itu, Jerman mengalami kekalahan. Keka-lahan ini membuat rakyat dan Partai Persatuan dan Kemajuan melakukan pem¬beron-takkan terhadap sultan, sehingga mereka menghapuskan kekhilafahan Usmani dan membentuk Turki modern pada tahun 1924 M. Situasi ini mempercepar proses keruntuhan kerajaan Turki Usmani.Kekalahan Turki dalam setiap pertempuran, menyebabkan satu-persatu wilayah Islam yang berada di bawah kekuasaan Turki Usmani,memisahkan diri. Tidak hanya itu, wilayah yang dulunya berada di bawah kekuasaan Turki Usmani, diambil oleh bangsa-bangsa Barat.

        Pada saat itu, muncul pula perasaan nasionalisme di kalangan masyarakat yang berada di bawah kekuasaan Turki Usmani. Bangsa Armenia dan Yunani yang beragama Kristen berpaling ke Barat dan memohon bantuan Barat untuk memerdekakan tanah airnya. Selain itu, bangsa Kurid di pegunungan dan bangsa Arab di gurun dan lembah-lembah juga melakukan pemberontakan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Turki Usmani.Penetrasi bangsa Barat atas dunia Islam di Timur Tengah, pertama kali dilakukan oleh Inggris dan Perancis, dua negara Eropa Barat yang tengah bersaiang. Inggris pertama kali menguasai India. Karena persaingan itu, Perancis berusaha memutus hubungan komunikasi antara Inggris di Barat dan India di Timur.

        Oleh karena itu, pintu gerbang ke India, yaitu Mesir, harus berada di bawah kekuasaannya. Untuk maksud tersebut, Mesir ditaklukkan Perancis pada tahun 1798 M.Hal ini dapat dilihat dari beberapa negara yang berhasil dikuasai Perancis dan Inggris, misalnya; pada tahun 1820 M, Oman dan Qatar berada di bawah protektorat (perlindungan) Inggris, Aden (1839M), Mesir ( 1882 M), dan Sudan ( 1898 M). Negara-negara tersebut berada dui bawah kekuasaan Inggris. Sementara negara yang menjadi wilayah kekuasaan Perancis adalah al-Jazair ( 1830-1857 M), dan Chad ( 1900 M).Setelah itu, negara-negara Barat lain yang ikut menjajah wilayah Timur Tengah dan Afrika adalah Italia dan Spanyol.

         Pada abad ke-20 M, Italia dan Spanyol ikut bersama Inggris dan Perancis memperebutkan wilayah-wilayah Afrika. Wilayah–wilayah yang berada di bawah kekuasaan Inggris, adalah;
1.  Kesultanan Muslim Nigeria (1906 M)
2.  Kuwait (1914 M), Irak (1920 M).

        Sementara wilayah yang berada di bawah kekuasaan Perancis adalah;
1.  Maroko ( 1919-1926 M),
2.  Sisilia ( 1919-1921 M), Syria dan
3.  Libanon (1920 M)

        Sedang wilayah yang berada di bawah kekuasaan Spanyol adalah; Maroko (1912 M-1915 M). Selain itu, Italia juga menguasai beberapa wilayah, seperti; Kesultanan Tripoli dan Cyrenaica (1912-1913 M), dan Somalia (1926-1927 M).Jika bangsa Eropa Barat yang menduduki wilayah Islam di Asia dan Afrika, ma-ka bangsa Eropa Timur, juga menduduki wilayah Islam di Asia Tengah, misalnya Rusia. Setelah perjanjian San Stefano dan Perjanjian Berlin, Rusia mulai menduduki satu persatu wilayah Islam di Asia Tengah. Wilayah yang menjadi jajahan Rusia adalah Kau¬kasia (1834-1859 M), Khoakand dan Tashkent (1853-1865 M), Samarkand dan Bukhara (1866-1872 M), dan Uzbekistan (1873-1887 M).

        Jatuhnya negara-negara atau wilayah Islam ke tangan bangsa-bangsa Barat me-nandai kemunduran umat Islam. Sejak saat itu, masyarakat musllim melakukan perlawanan dan pemberontakan terhadap penjajahan yang dilakukan bangsa-bangsa Barat. Ketertarikan bangsa Barat datang dan menjajah dunia Islam, selain faktor ekonomi, juga faktor agama, terutama bangsa Portugis dan Sapnyol.Dari sisi ekonomi, kedatangan bangsa Barat semula bertujuan untuk berdagang, menjual produk yang mereka hasilkan, selain mencari bahan-bahan mentah yang sebagian besar terdapat di negara-negara Islam di Timur.

        Tetapi lama-kelamaan, tujuan mereka berubah, tidak hanya berorientasi pada persoalan ekonomi, juga masalah politik. Perubahan orientasi ini disebabkan adanya persaingan di antara bangsa-bangsa Barat itu sendiri yang ingin memonopoli sistem perdagangan. Sistem inilah yang merupakan cikal bakal penjajahan bangsa Barat atas dunia Islam. Inggris misalnya, mendirikan BEIC (Britiish East Indies Company) dan Belanda mendirikan VOC ( Verinidge Oast Indies Compagni) tahun 1602 M.Selain faktor itu, ada faktor lain yang dibawa oleh penjajah, khususnya Spanyol dan Portugis, yaitu penyebaran agama Kristen.

        Kedua bangsa ini memiliki agenda untuk menyebarkan misi Kristen di negara jajahannya. Kedua negara ini masih menyisakan pengalaman sejarah pahit selama beberapa abad ketika berada di bawah kekuasaan Islam. Portugis, misalnya membawa 3 (tiga) misi, gold, glory dan gospel, yaitu, mencari kekayaan, mencari kejayaan dan menyebarkan misi Kristen. Ketiga misi inilah yang diterapkan dalam menaklukkan negara-negara Islam, seperti Indonesia dan Filipina, sehingga Kristen tersebar dan dianut sebagian penduduknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Islam Periode Modern | Part 4

C. Bangkitnya Nasionalisme Dunia Islam Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa benturan-benturan antara Islam dan kekuatan Eropa telah menyadarkan umat Islam memang jauh tertinggal dari Eropa. Yang pertama merasakan hal itu adalah Turki Usmani, karena kerajaan ini yang pertama dan utama menghadapi kekuatan Eropa. Dengan kesadaran tersebut memaksa penguasa dan pejuang-pejuang turki untuk banyak belajar dari Eropa. Usaha untuk memulihkan kembali kekuatan Islam secara umum dikenal dengan gerakan pembaharauan yang didorong oleh dua faktor yang saling melengkapi, yaitu 1. Pemurnian ajaran Islam dari unsur–unsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam.

[custom ROM][7.1.2] AOSP Extended V.4.5 di Redmi 2

Halo, kali ini ane bakal share how to custom your Redmi 2 ROM. Disini bakal dijelasin tutorial gimana caranya customROM Redmi 2 menggunakan AOSP Extended v3.2. Normalnya hape Redmi 2 sudah mentok pada Android 4.4 Kitkat, tapi kita bakal custom sendiri jadi Android 7.1.1 Nougat [paling baru coy]. Lansung aja ya. Alat dan Bahan yang perlu disiapin : 1. TWRP min 3.0 (biar sekalian touchscreen) 2. ROM AOSP Extended v3.2 3. Google Apps Langkah : 1. Download ROM dan GApps (Google Apps) 2. Backup setiap partisi lewat TWRP Recovery 3. Lakukan Full Wipe (System, Data, Dalvik, Cache) 4. Install ROM AOSP Extended 4. Install GApps 5. Wipe Cache 6. Reboot System [Reboot pertama bakal agak lamaan, jadi sabar ye]

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia          Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.         Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai  penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal. Teori-Teori Masuknya Isl...